altJakarta - Aturan baru diterapkan untuk para turis yang berkunjung ke Candi Borobudur. Mulai 1 Februari 2010, wisatawan yang berkunjung ke candi Budha terbesar di Indonesia itu, harus berpakaian santun. Wisatawan dilarang mengenakan celana pendek atau rok mini. Uji coba aturan baru ini dilaksanakan PT Taman Wisata Candi Borobudur, Prambanan & Ratu Boko. "Keharusan mengenakan pakaian santun berupa sarung batik ini bertujuan agar setiap pengunjung respek terhadap Borobudur mengingat candi ini merupakan pusaka nenek moyak kita yang harus dijaga keberadaannya," kata Presiden Direktur PT Taman Wisata Candi BP & RB di Jakarta, Purnomo, seperti dimuat laman Kementerian Kebudayaan dan Pariwisata. Dijelaskan Purnomo, kebijakan baru itu dalam taraf uji coba hingga Maret 2010 mendatang. Diharapkan dengan sosialisasi ini para wisatawan bisa memahami kebijakan baru tersebut. Bagaimana jika turis terlanjur memakai celana pendek atau rok mini? Tak perlu balik kanan. Kata Purnomo pihaknya menyediakan selendang batik dan sandal karet. Selama masa uji coba, semua perlengkapan itu dipinjamkan gratis. Setelah pengunjung keluar candi, sarungnya harus dikembalikan. "Nanti ada juga sarung yang dijual sebagai souvenir menarik. Harga jualnya nanti disesuaikan dengan berapa harga produksi dan juga motif serta bahannya, "katanya.(tvOne) Tahap pertama disiapkan 2.000 sarung batik yang dibeli pengelola dari pengrajin Pasar Beringharjo, Yogyakarta. "Setelah itu baru akan diadakan pelatihan membuat sarung batik bermotif Borobudur kepada masyarakat sekitar Borobudur agar kelak dapat memproduksi sarung batik sendiri yang bermutu dan dalam jumlah besar," kata Purnomo.
altKudus: Pascabanjir yang melanda sejumlah wilayah di Jawa Tengah, harga beras di Kudus, Pati, dan Demak, merangkak naik. Menurut keterangan seorang pedagang, Kasturi, Rabu (3/2), kenaikan hampir terjadi di sejumlah jenis beras dengan rata-rata kenaikan Rp 500 hingga Rp 1000 per kilogram. Di pusat grosir beras Pasar Wergu Kudus misalnya, kenaikan sudah terjadi sejak beberapa hari terakhir. Beberapa jenis beras yang naik antara lain kelas menengah yang sebelumnya Rp 5.000 per kilogram, kini mencapai Rp 6.000 per kilogram. Beras Mentikwangi yang sebelumnya Rp 6.000 per kilogram, kini menjadi Rp 6.500 per kilogram. Kenaikan juga terjadi pada beras jenis Cisadane yang sebelumnya Rp 5.600 per kilogram, kini berkisar Rp 6.000 per kilogram. Sementara jenis beras yang harga jualnya naik paling tinggi adalah beras ketan yang kini telah dibanderol Rp 10.500 per kilogram. Selain itu, Kasturi juga mengatakan naiknya harga jual beras juga dipicu banyaknya kegagalan panen pada tahun ini. Naiknya harga jual beras adalah yang kali kedua. Awal Januari silam, harga jual beras juga sempat naik. Kendati naik, stok beras di pasaran kini masih mencukupi permintaan masyarakat. Jika kondisi cuaca baik, dalam sebulan ke depan, harga beras diperkirakan akan kembali normal mengingat Maret dan April adalah merupakan puncak panen raya di sejumlah daerah.(BJK/YUS/Liputan6.com)

Online

Kami memiliki 11 Tamu online

Total Pengunjung

Jumlah Kunjungan Konten : 55441

Polling

Apakah SBY-Budiono sebaiknya mundur?

Login Form